Tulus Merilis Single ‘Sepatu’ dalam Bahasa Jepang

Tulus Merilis Single ‘Sepatu’ dalam Bahasa Jepang - Berjudul ‘Kutsu’, lagu tersebut baru bisa didapatkan melalui iTunes Jepang.


Penyanyi berbakat asal Bandung, Tulus, telah resmi melepas single “Sepatu” dalam bahasa Jepang  pada Sabtu (10/10) kemarin. Lagu berjudul “Kutsu” tersebut saat ini baru bisa didapatkan melalui iTunes Jepang. Sedangkan pendengar di negara lain selain Jepang bisa memesan lagu tersebut melalui sistem pra-pesan.

Menurut keterangan rilis pers yang diterima Rolling Stone, label rekaman Tulus yang bernama Tulus Co. menjelaskan bahwa cerita unik yang membingkai lagu “Sepatu” dirasa tepat sebagai pembuka langkah musik Tulus berikutnya. Lagu “Sepatu” diterjemahkan oleh penerjemah profesional bernama Hiroaki Kato, seniman asal Jepang yang tinggal di Indonesia.

Jepang dan Indonesia yang memiliki keterkaitan kuat dalam sisi sejarah, ekonomi, dan budaya juga menjadi alasan Tulus Co untuk merilis single di negara berjuluk Matahari Terbit tersebut.

“Potensi pasar serta keterbukaan bangsa Jepang pada karya seni modern, khususnya pada bangsa Asia lainnya, membuat Tulus Co. memilih Jepang sebagai negara pertama yang secara resmi kami masuki lewat karya kreatif Tulus dengan lagu perdana, ‘Kutsu’,” tulis Tulus mereka.

Bertepatan dengan dirilisnya single “Katsu”, penyanyi yang sudah merilis dua album penuh ini juga tampil di festival Hamazo yang ke-10 yang diselenggarakan di Kota Hamamatsu, Shizuoka, Jepang.

Sementara itu pada gelaran AMI Awards 2015, Tulus berhasil meraih lima trofi dan mengalahkan band dan musisi yang dipayungi oleh label rekaman besar. Menanggapi hal tersebut, Tulus berharap apresiasi di suatu penghargaan tidak lagi membedakan musisi yang berasal dari major label maupun independen.

“Mungkin kalau saat ini saya masih di tahapan bersyukur banget bisa dapat AMI Awards, nggak kepikiran sih jadi yang independen sendiri atau sebagainya. Karena buat saya sederhananya aja sih; musik ya musik aja. Kalau misalnya kita bikin sesuatu yang mendapatkan apresiasi dari orang, tidak perlu memperhitungkan dia dari major label atau independen. Musik ya musik. Kalau misalkan dapat penghargaan ya sudah. Mendapatkan penghargaan ini membuat kami sebagai musisi merasa dihargai,” ujarnya.(Musik Tulus)

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »